Aku tau mungkin kau bukan jodohku, Tapi kau adalah yang selalu aku semogakan

image

Selamat pagi !
Satu kalimat itu adalah kalimat yang paling aku dambakan di masa depan yang mungkin akan aku ucapkan setiap hari pada mu

Aku akan mengucapkan itu saat aku ingin menghadap kepada Tuhan bersamamu, saat itu kau masih terlelap dalam penjagaan fajar yang mengelayut indah, saat itu juga aku lebih memilih untuk memelukmu erat-erat untuk membangunkanmu seraya berbisik
“Ayo kita menghadap Tuhan pada pagi ini, atas semua nikmatNya”

Sayang…aku tersenyum menuliskan surat ini padamu, aku selalu ingin membayangkan betapa bahagianya jika masa depanku bisa kuhabiskan bersama dirimu.

Tapi….setiap kali setelah aku membayangkan tentang dirimu, aku merasa bersalah pada Tuhan.
Ya Rob…apakah hambamu ini bersalah ? Apakah hambamu ini terlalu lancang padamu ? Sehingga berani-beraninya menentukan siapa jodohku. Padahal aku tau benar bahwa jodoh ku telah digariskan oleh Tuhan, dan itu mungkin saja bukan kau sayangku.

Padahal Ya Tuhan, di dalam cerita-ceritaku yang aku buat untuk masa depanku bersama laki-laki ku sekarang hanya untuk berserah kepadamu, kami dua hamba yang memadu kasih tidak lain hanya untuk berterimakasih kepadaMu karena Kau telah mempertemukan kami di jam, hari dan tempat yang teristimewa yang Kau berikan kepada kami

Kepada lelakiku yang paling aku semogakan, aku menulis surat ini agar kau tau bahwa aku sanggat menghargai cintamu padaku, kau juga seorang yang menjadi pemenang hatiku. Kau luluhkan hati ini dengan sihir cinta dan kebaikanmu. Maukah kau juga berdo’a agar akulah yang menjadi jodoh mu di masa depanmu ? Aku mohon…

Apakah kau tak ingin mempunyai cerita yang lebih indah dari dongeng putri yang diceritakan ibuku saat aku masih kecil ? Mungkin kau bukan pangeran berkuda putih, tapi aku percaya kau punya istana di hatimu. Oleh karena itu aku ingin membuat sebuah istana sederhana bersamamu dimasa depan, dengan diisi dua orang yang saling mencintai, yaitu Aku dan Kau, yang akan melahirkan penerus-penerus yang paling kita banggakan.

Aku yang berharap nantinya ada di satu shaf dibelakangmu, nanti saat Tuhan benar-benar mengabulkan do’a kita. Aku tak akan lelah mengucapkan “selamat pagi” dan mengajakmu bersujud kepada Tuhan dengan senyum manis dan sebuah pelukan, kemudian aku akan memasakkanmu makanan terlezat di dunia, setelah itu menyuruhmu untuk bekerja demi istana sederhana yang akan kita ciptakan, meskipun saat itu kau sedang malas dan memilih untuk bermanja-manja dengan melihatku, tapi aku tetap akan mendorong dan menyemangatimu, sampai akhirnya aku melepasmu untuk pergi menjadi lelaki terbaik di duniaku.

Ahhh…aku hanya bisa membayangkan hal-hal indah bersamamu, entahlah itu dosa atau bukan, tapi hanya kamu yang selalu aku semogakan, dan jika do’a mu sama sepertiku, aku harap Tuhan mengabulkannya

Hanya jika kau yakin, karena kita tidak tau tentang masa depan

                                      Untuk kau Seorang laki-laki yang selalu aku semogakan

*special thanks to reader yang ngasih ide buat tulisan ini, dan sebuah foto yang dicomot dengan sengaja di Instagram

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s