Kepada sahabat laki-laki ku yang paling baik

DSC05494

Hai !

Sedang apa kau disana ? pasti sedang sibuk kan ?

Aku tau semua tentang keberadaanmu, karena sebenarnya aku masih selalu mematau dirimu, tidak terasa yah, persahabatan kita sudah berahun-tahun lamanya. Tapi saat ini hanya satu pertanyaanku padamu “apakah kau bosan berteman denganku ?” yah…pertanyaan ini sering terlintas di otak ku.

Sekarang, aku ingin bercerita sedikit tentang perjalanan persahabatan kita, agar kau tau bahwa aku masih ingin menjalin persahabatan denganmu.

Mulai dari awal ya !

Aku kenal dirimu sudah lama, pertama kali kita bertemu, hanya ada sapaan saja, kita jarang berbicara ataupun yang lainnya, hanya sekedar menyapa seinggatku, tetapi di awal pertemuan ini, aku tau bahwa kau memiliki hal yang berbeda, sesosok laki-laki yang kuat, baik, bijaksana dan pintar pastinya, di awal pertemuan ini pun aku sangat terkagum dengamu.

Sampai lambat laun saat kita mulai terbiasa bertemu, entah kenapa saat itu kau meminta nomer ponselku, yah..awalnya aku sangat kaku untuk memberikan nomor ku kepadamu, kau tau sendiri kan?, bagaimana kepribadianku saat itu, yang kaku, penakut dan masih bodoh, kau pasti akan tertawa saat kau membaca suratku ini dan kau membayangkan betapa anehnya diriku dahulu saat pertama bertemu denganmu.

Detik berganti detik, waktu pun berputar dan berlalu, entah dari sebuah nomor ponsel, akhirnya kita sering berbagi, sering tertawa di kesunyian dan lainnya, karena yah..kita hanya bisa menertawakan diri dan bercerita tentang dunia lewat angin dan signal saja, tapi menurutku itu sangat cukup, karena aku tau, pembawaanmu yang super sibuk sejak dulu dan hobimu untuk belajar hal-hal lain membuat kita jarang bersua di kehidupan nyata.

Aku masih ingat, saat kita sama-sama menjadi peramal dadakan dulu, saat kita sama-sama menerawang tentang masa depan kita, entah menjadi apakah kita nanti ? mendapatkan pasangan seperti apa nanti ? dan bercerita tentang semua andai-andai di masa depan kita. Kau tau sahabat ? bahwa saat itu hidupku seperti mempunyai seorang motivator sendiri, saat itu aku juga merasa memiliki sahabat terbaik di dunia.

Sahabat ku yang paling baik, masih inggatkah kau saat kita sama-sama dirundung masalah yang sama, saat itu kau dan aku menangisi nasib kita, nasib yang katanya bisa merusak angan-angan diramalan kita ? yah..tentu saja, aku dan kau sangat takut saat itu, kita saling menyalahkan diri sendiri, kita saling bercerita tentang nasib kita dan lain-lain, sampai kita merasa “bumi ini tak adil pada kita”, haha…aku sering tertawa saat mengiangat kejadian itu, tapi satu bagian yang tak terlupakan dalam episode di cerita itu, dimana saat iku kita sama-sama berjuang untuk maju lagi, saling memotivasi dan lain-lainnya

Aku dan kau memang sangat dekat, meskipun bukan di kehidupan nyata karena kita hampir jarang bersua, tetapi persahabatan kita bisa diadu dengan cerita persahabatan yang lain, sampai beberapa orang bertanya kepadaku

“eh..kamu apanya dia sih ?”

“kamu kok dekat banget sih sama dia ?”

Aku tertawa saat menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, jelas saja aku tertawa karena digelitik oleh pertanyaan-pertanyaan semacam itu, aku hanya menjawabnya dengan “dia kan brother from another mother” yah..begitulah jawabku sahabat, apalagi yang akan kuceritakan untuk meyakinkan mereka, karena kita memang sahabat, dan aku sangat faham dengan statusmu saat itu yang kepunyaan orang lain, dan akupun begitu

Hingga persahabatan kita masih terjalin sampai kita sama-sama dewasa, dan sudah ribuan cerita yang kita bingkai bersama, saat itu cobaan terbesar pada persahabatan terjadi, antara iya dan tidak, dewa cinta menghembuskan racunnya ke dalam persahabatan kami. ternyata kau menyukaiku, aku tidak faham semuanya, aku juga terlalu benci dengan keadaan seperti ini, akhirnya karena kekecewaanku padamu, aku putuskan untuk sedikit demi sedikit menjauh darimu, sial ! aku memutuskan hal terbodoh yang pernah ku lalukan, aku menyumpahimu, menyalahkanmu sampai menghindar darimu.

Saat itu, ribuan pesan-pesan kau layangkan pada diriku, dan tak satupun aku menerimanya, Tuhan..betapa bodohnya aku, aku telah menyia-nyiakan salah satu orang yang paling baik di kehidupanku, aku sadar aku memang orang yang sangat bodoh saat itu. Dan akan selalu bodoh jika akan terus melakukan ini.

Sahabatku, jika aku mengingat hal itu, aku ingin meminta beribu maaf padamu, bukan maksudku seperti itu, aku hanya menginginkan sebuah persahabatan yang benar, karena aku tau, kalau persahabatan tidak akan putus dimakan zaman, tapi jika percintaan bak zaman sekarang yang cerai-cerai seenak hatinya, bak makan hati berulam jantung sahabat

Sahabat, akhirnya aku menghatamkan cerita kita di tulisan ini, masih ingat kah kau pada semua cerita itu ? kini, antara kau dan aku sudah tak sedekat itu, aku dan kau sama-sama sibuk dengan dunia kita masing-masing, kalaupun menyapa, hanya ada sedikit waktu saja, tidak selama dulu.

Tapi sahabat, meskipun di duniaku aku punya teman-teman lain, tapi semuanya itu tidak sama sepertimu, kau sahabat sekaligus motivator ku, kau juga orang yang rela menerimaku apa adanya nya dulu, kau pun yang menjadikan aku seperti ini, yang mau menatap dunia dengan mataku sendiri. Tidak lain tidak bukan, kau adalah salah satu hal yang terpenting di kehidupanku.

Oke, aku ingin jujur padamu kawan, bahwa aku rindu padamu, rindu pada masa-masa kita saling berbagi cerita, dan rindu akan penampilan kita sebagai peramal. Maafkan aku jika selama ini aku banyak berubah dan mengecewakanmu. Tapi…aku tetap siap bersahabat lagi padamu

Jadi, kepada sahabatku yang paling baik, aku rindu padamu, rindu serindu rindunya

Dari sahabatmu

Iklan

3 pemikiran pada “Kepada sahabat laki-laki ku yang paling baik

  1. terima kasih. berkat diatas aku tahu dan semakin tahu. ENOUGH IS ENOUGH. but, GOD KNOWS EVERTING. inilah jalanku, itulah jalanmu perbedaan itu indah jika aku tahu perbedaan itu, tetapi aku tidak mau tau perbedaan itu. jika harapan itu ada aku tidak akan mengambil harapan itu karna harapan kamu lebih ambisius daripada hal yang aku fikirkan. bahkan kamu lebih cepat melangkah. terbaik mendapatkan berlian terbaik, tapi aku hanyalah batu hitam ynag menghalangi karyamu. sekarang batu hitam itu sudah akan hilang dan berbahagialah dirimu.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s