KEDIRI : menyambangi gunung Kelud.

DSC06023

(31-1-2015) it’s a beautiful day, di pergantian bulan januari ini aku pergi ke salah satu tujuan wisata yang paling populer di Kediri, yup ! “gunung Kelud” yang dulu sempat meletus di 14-februari 2014 kemarin, dan kami kesini untuk menyaksikan bekas gagahnya lava gunung Kelud. cerita ini mungkin nggak akan terjadi kalau dua temanku, Habiebi dan Samsul tidak menyambangi kami, (aaahhhh…terimakasih banget dah buat mereka) dan….inilah ceritanya,

pagi ini, kami mempunyai rencana untuk berkunjung di gunung Kelud, karena memang dari awal kita (aku, Izza, Fira dan yuni) masuk ke Pare juga sudah merencanakan perjalanan ini, akhirnya kami menghubungi samsul untuk mengajaknya kesini, dan akhirnya samsul mengajak Habibi soalnya dia yang rumahnya dekat dengan kediri sekaligus dia juga punya mobil, wihihiwww…

pada awalnya kita merencanakan pada tanggal 24-1-2015 kemarin, tapi karena fira ada acara, jadinya kita undur menjadi hari ini, tapi saat sudah hari-H, damn…samsul menghubungi kami lewat BBM kalau dia OTW ke kediri jam 11 siang, (whattt ? ) padahal kita maunya pagi gitu, dan dengan logika kami yang masih stress mengetahui isi BBM samsul, kita memperkirakan bahwa kami pastinya akan berangkat ke gunung Kelud sekitar jam setengah 3 sore, okeh..karena kita para wanita disini sedang mulai lelah setelah melihat BBM dari samsul, kita rencananya mau cancel acara ke Kelud, akhirnya, mager-lah kita berempat. gak mau mandi, belum cuci muka, tidur-tiduran kembali dan lain sebagainya.

jam 9.30 kurang, kami akhirnya bersiap-siap mandi untuk pergi mencari sarapan, setelah mandi kita sholat dhuha, sembari kita sholat dhuha kita juga menunggu si yuni bersiap-siap untuk mandi, karena yuni sedang halangan, akhirnya dia baru mandi, tapi tiba-tiba dering telfonku berbunyi dan itu dari samsul.

shof, kita di depan kos mu,cepet keluar

eh…kirain bohongan, karena kita sempat ragu,”ah…jangan-jangan itu bohongan”, setelah berfikir cukup singkat, akhirnya aku keluar dari kos, eh..lhadalah ada dua sosok laki-laki yang pernah kukenal sedang ketawa di dalam mobilnya, merekalah Samsul dan Habibi,huaaaa….sempet marah-marah ke mereka, soalnya hampir saja kita mager beneran gitu..tapi okelah..yang penting KKKKeludddddd πŸ˜€

DSC06026
nih, dua orang kepet yang berhasil mengerjai kita

yuni yang masih di dalam kamar mandi, aku gedor-gedor pintunya, kataku sih karena ada temennya yang mau ketemu dengan dia, kita nggak mau ngomong dulu kalau habibi sama samsul, biar sureprize gitu…soalnya awalnya yuni nggak mau ikut.

sekarang semuanya siap, dan kita pun sudah siap berangkat ke Gunung Kelud, sebelumnya kita marahin dulu si samsul dan habibi, selain itu kita ngajakin mereka ke warung nasi langganan kita untuk sarapan. setelah sarapan sambil cerita-cerita tentang Krs-an (again and again, huaaaa..) kita berangkat…

kita berangkat ke kelud dengan start kampung ingrish sekitar pukul setengah sebelas siang, habibi yang menjadi tuannya mobil sekaligus si sopir yang awalnya kita banggakan karena kita kira sudah tau jalannya, eh..ternyata dia tidak tau, jadinya kita beberapa kali bertanya sama orang-orang sini. dan..ternyata kira-kira 1-jam kita berhasil menuju kelud, saat itu cuaca agak mendung, sudah ada goresan calon awan comulu nimbus yang menghiasi langit kota Kediri, entah kenapa hari ini nggak se-beruntung hari-hari lain, padahal hari biasanya kota Kediri bisa sangat cerah banget lho.

DSC05944
jalan menuju G.Kelud

kita sangat menikmati setiap meter di perjalanan kita, soalnya pemandangan disini luar biasa, masih banyak tumbuhan-tumbuhan sampai perkebunan nanas yang digelar indah pada setiap ladang di daerah sini. selain itu jalur menuju ke kelud juga lumayan gampang, tidak terlalu curanm seperti dikawasan gunung Bromo, jadi kita-nya agak santai gitu..

memasuki kawasan gunung Kelud, kita dikenai biaya 10.000 rupiah untuk 1 orang, selain itu ada pula biaya parkir kendaraan, menurutku sih…ini cukup murah dari pada tiket ke Bromo.

DSC06062
biar kaya’ anak gaul gitu, tiketnya di foto dulu

kita masih naik ke atas sampai ke parkiran terakhir dengan mobil, tapi jarak antara parkir terakhir sampai ke puncak cukup jauh sih..eh, ada pengalaman lucu saat kita di parkiran pertama menuju parkiran kedua,Mobil kita mogok saat itu, bayangkan saja, disana nggak ada bengkel, mobil kita jadinya turun-turun sendiri,dan itu membuat seluruh penghuni yang ada di mobil cemas, apalagi si Izza yang nggak berhentinya berdo’a, hahaha. Mobil kita, kita benerin sendiri seadanya, yang cewek-cewek cuma membantu do’a saja, jadinya si Habibi dan Samsul yang benerin..fiuh…(kibas-kibas keringat genit), setelah beberapa lama kita berharap-harap cemas, dan akhirnyaaa, Done !! mobil kita jalan lagi (ah…bangga gitu sama mereka berdua πŸ™‚ )

mobil sudah bisa dipakai, kita awalnya mau memarkir disini saja tapi Habibi masih ngotot untuk melaju mobilnya, dengan kecepatan tinggi mobil kita melaju untuk menaiki tanjakan. melewati satu..dua…tiga…eh, ternyata dekat banget jarak antara parkiran tadi dengan parkiran terakhir, yah….tau gitu di parkirin disana aja yah..

di parkiran, kita mendapati banyak penjual buah-buahan khas sini, seperti duren, nanas dan lain-lain. tapi ada satu barang yang membuat mata saya agak rabun nih, disini banyak sekali penjual bunga Edelweis yang di jual bebas, dan sayang-nya lagi, si bunga abadi ini dijual dalam keadaan Fresh lho, kan kasihan gitu 😦 ,yang di Bromo saja dalam keadaan kering, nah ini…dijualnya masih baru metik, huaaahhhh….

DSC06019
kasian si bunga

kita melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki, soalnya kalau naik ojek habis 15.000 ribu per orang neng ! yah bangkrut dah kami 😦 tapi kasihan si samsul, dia habis sakit jadinya agak nggak kuat untuk mendaki..tapi tenang saja, kita dikit-dikit istirahat kok, untuk foto-foto gitu, hehehe

DSC06008
naik naik naik
DSC05956
kayaknya ini akibat 14 februari yang lalu deh
DSC05955
kalau itu, sepertinya akibat dari lahar dingin
DSC05971
ini penampakan mereka

perjalanan ke puncak cukup menguras tenaga, karena jalanannya yang menanjak hampir membuat kita kelelahan, tapi demi melihat keagungan Tuhan, apapun deh kita jalani. tapi tak lama kemudian gerombolan kabut menyeka tubuh kami, dan pastilah ini pertanda bahwa hujan akan mengguyur gunung Kelud. jadi kita tidak sampai ke puncak, kita hanya berada di jembatan pembatas saja, soalnya jarak pandang telah tertutupi Kabut.

DSC06016
so dark
DSC06018
kami cukup sampai disini saja, soalnya kabut dimana-mana

tidak beberapa lama, hujan pun turun, dan kita pun bergegas untuk kembali ke bawah. Parkiran. saat itu kita lari sekencang-kencangnya menuruni tanjakan, dan yang benar saja..karena saat turun medannya sangat vertikal. jadi kita larinya sampai nggak bisa di-rem.

kita sampai di parkiran dalam keadaan basah kuyup. baju kita terkena air hujan, hawa kelud yang awalnya tidak terlalu dingin berubah seketika menjadi “Dingin Bangettt”, akhirnya untuk mengeringkan pakaian kita, kita mampir dulu ke warung di tepi jalan, kita pesen wedang jahe saat itu. seraya menyeruput minuman hangat kita juga bercanda-canda dan temu kangen karena sudah sebulan nggak ketemu.

DSC06048
hujan pun masih mengiringi kami sampai kami berada di warung dekat tempat parkir mobil kami

saat itu, setelah minuman kita habis dan kira-kira hujan sedikit mereda, kita balik lagi ke mobil untuk pulang, meskipun saat itu Kelud masih berselimut kabut, dan jalanan masih menyeka dirinya dengan air Hujan. tapi karena saat itu sudah agak sorean..oke deh, kita pulang.

di perjalanan pulang, sebenarnya kami masih mau mengunjungi monumen Gumul-Simpang lima(yang mirip sama Arc de Triompe di Paris itu lho), tapi karena cuacanya yang sangat tidak mendukung alias masih hujan deras, kita cuma melewatinya saja. hmmmmm…so sad

jam menunjukkan sekitar jam 4 saat kami makan mie ayam dan bakso di sebuah warung kecil disamping jalan raya. rasanya lumayan lho, murah lagi, pas dengan kantong kita yang sudah kering di tanggal tua. jadi kita merasa puas banget.

waktunya pulang..yeyeyeye !, ups salah, kita pulang nggak bisa langsung seperti pintu ajaibnya Doraemon kali’ ,hehee.. jadi saat di perjalanan pulang, kita hampir tersesat dan tak tau arah jalan pulang, kita muter-muter daerah yang nggak kita kenal, kita cuma lewat di perkampungan dan sawah-sawah, nggak ngerti jalan besar/jalan utamanya, hampir satu jam kita tersesat, dan akhirnya dengan semangat dan tekat yang bulat kita, sampailah kita ke kampung Inggrish…duh, bahagianyaaaa……

hhmmm….hari ini luar biasa, terimakasih Januari ku yang Indah, selamat datang Februari yang menyenangkan

DSC06014
yes !!! satu misi terselesaikan di KEDIRI
Iklan

3 pemikiran pada “KEDIRI : menyambangi gunung Kelud.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s