aaahhh….cuma lamunan

Untitledkkjh

(29-1-2015) hari ini seperti biasa, kami masih bergelut dengan aktifitas kami di Pare-Kediri, apalagi kalau bukan riwa-riwi ke tempat les kami untuk belajar bahasa Inggrish, memang kami bukan melulu memiliki tujuan untuk mencari ilmu semata, kami disini juga ingin mencari pengalaman sekaligus teman pastinya.

hari ini, dan di pagi hari yang cukup cerah, seperti biasa, tutor kami selalu menekankan untuk “practice more” jadi, kami dipasang-pasangkan bersama teman kami untuk mempraktekkan vocab-vocab kami, apapun itu, salah atau benar. dan tema untuk hari ini adalah “sex education” sebenarnya lebih tepatnya adalah tentang, “what your choice about dating before or after marry ?” jelas saja saya memilih “setelah” nah wong saya saja belum pernah pacaran (ahhhhhh….it’s my secret) tapi saya di pilihkan tutor saya menjadi group yang memilih “sebelum” (duh tutorrr….apakah muka saya yang begitu polos ini tidak terlalu menguatkan, haha) tapi untungnya saya dipasangkan dengan Ivan, seorang teman dari jepara yang menempuh kuliah di jurusan Pendidikan Agama Islam di STAIN, okeh…kita malah saling curhat karena sama-sama tidak punya pacar, oh…so poor we are, tidak beberapa lama saya di roling ke teman saya, Izza, hah…yang benar saja, dia kan soulmate banget sama saya karena ceritanya hampir mirip dengan saya, sseperti lagunya kunto aji lah…

sudah terlalu lama sendiri, sudah terlalu lama aku hidup sendiri…..

well, akhirnya kita malah mendengarkan cerita orang sebelah, dari sini aku bisa tau bahwa, seseorang pun bisa berubah karena menyukai seseorang, bisa menjadi lebih buruk atau lebih baik, itulah risiko seseorang yang merasakan yang namanya pacaran, duh…. Gusti

tapi bukan itu masalahnya, bukan tentang perubahan yang akan dialami seseorang setelah menjalankan ritual pacaran, disini saya akan menceritakan hal yang membuat saya agak tertekan

berawal dari teman saya cerita bahwa dia dipasangkan dengan seorang mbak-mbak yang cantik, begitu fashionable, jurusan HI, dan kuliah di salah satu Universitas yang saya idam-idamkan selama ini, yang namanya begitu terkenal di Indonesia, dan memiliki lulusan yang sangat luar biasa, bahkan beberapa teman saya membuat saya iri karena mereka adalah orang terpilih yang bisa masuk di kampus tersebut, tidak perlu saya katakan, karena ini adalah privasi 🙂

mbak-mbak tersebut cerita panjang lebar tentang kehidupan percintaan dia dengan kekasihnya yang katanya begitu bahagia sampai-sampai seperti tidak dapat dipisahkan oleh apapun, fiuh….bahkan kedua orang tua mereka pun sudah saling kenal, orang tua mereka saling percaya satu sama lain dan sebagainya, tapi itu sih cerita biasa saja menurut saya, sampai kening saya mengerenyit saat mendengarkan cerita dari teman saya bahwa mbak-mbak cantik itu juga suka bobo-bobo cantik dengan kekasihnya tersebut, bukan cuma itu, saat teman saya mencoba giliran bercerita tentang kehidupan percintaannya, ada nada yang tidak enak yang keluar dari bibir merah indah sang mbak-mbak itu

(ini saya translate-kan pake’ bahasa indonesia seadanya yep !!! )

  • Mbak : nah, sekarang lu yang cerita, yang jujur kan gue udah jujur banget sama lu
  • teman saya : (dia memperkenalkan diri, menyebutkan asalnya, dan lain-lain)
  • mbak : nah lu dari Surabaya, bukannya itu kota terbesar kedua di Indonesia, pasti pergaulannya nggak jauh beda sama J****ta,
  • teman saya : (dia terus menceritakan tentang kehidupan pacarannya yang biasa saja, yah..tau kan, biasa saja, teman saya juga mantan anak pondok,yah..pastilah)
  • mbak : ah..munafik loh, masa’ gak pernah, padahal kan surabaya, pastilah pergaulannya juga gitu, padahal saya kan (terus menceritakan kalau pacarnya juga sering bobo cantik di rumahnya)
  • teman : nah terus orang tua kalian gimana ?
  • mbak : orang tua kita kan modern , nah lu kuliah dimana ?
  • teman : di UIN
  • mbak : kenapa milih UIN ?
  • temen : (jelasin dengan baik-baik…dan lainya)

yah..percakapn itu berlanjut, dan si mbak-mbak itu tetap mendesak menceritakan hal yang sebenarnya nggak pernah kita alamin, bahkan mbak itu juga nggak percaya tentang jilbab yang kami pakai, ok fine…kita pakai jilbab juga masih belum bener, tapi setidaknya, Ingsyallah kita istiqomah kok, dan akan selalu memeperbaiki setiap waktunya, Ingsyallah

duh..mbak, kalau sterotip ke Surabaya yah jangan seperti itu lah, bukan semua orang yang tinggal di tempat yang kami tinggali semua sama buruknya, kami memang berada di kota besar, tapi kami tidak pernah melupakan adat istiadat yang kami junjung setinggi-tingginya dari kampung halaman kami, kami juga akan selalu menjunjung tinggi kepercayaan yang diberikan orang tua kami,hei..orang tua kami sangat modern kok, makanya mereka punya senjata dan alat yang khusus mereka ciptakan agar melindungi anaknya, orang tua kami juga pernah muda kok, meskipun di era yang berbeda, tapi namanya perasaan, dulu sampai sekarang pun sama, hanya cara mengekspresikannya yang berbeda, dulu lebih sedikit kontaminasi daripada sekarang. jadi…orang tua kami juga memperbolehkan kami untuk mengekspresikan perasaan kita, tapi inggat mbak, itu adalah kepercayaan yang diberikan kepada anaknya. jadi kita juga harus menjaganya mbak.    mbak..mbak….., kalau orang tua saya nggak modern, saya pasti nggak dipasangin behel kaya’ gini, terus kami juga nggak diperbolehkan masuk kuliah, karena mungkin orang tua kami yang kolot (semisalnya) lebih memperhitungkan mudhorot dari pada manfaatnya, atau bahkan kita masih hidup di hutan dengan berkutan bebatuan gitu…

mbak…aku tau kok, si mbak nya sayang banget sama pacarnya, sampai mbak nya percaya banget sama si pacar, duh..mbak, yang udah nikah aja masih bisa selingkuh lho mbak, apalagi yang baru pacaran, bisa aja tengah jalan ada halangan rintangan.

lalu masalah, kampus saya dan jilbab saya, yah…mungkin sebagian dari kami memang ada yang salah masuk kampus, tapi ada hal lain yang kami dapat setelah kami disini, bukan hanya seputar ruwet dan susahnya ngatur Krs-an, tapi disini kami juga punya niatan untuk menjaga diri..emm…tapi tau lah yah, kalau munafik banget kalau di sebuah kampus itu orangnya baik semua, sumpah itu Munafik, tapi mbak setidaknya kami punya niat kan ? ..dan untuk jilbab, itu adalah pilihan kami, dimanapun kami berada (kecuali dirumah) kami pasti akan memakainya,

mbak, kita bukan mengurui, toh kami juga masih ada yang pacaran yah..tapi setidaknya mbaknya jangan terlalu memaksa kami jika kami memang tidak pernah melakukan hal yang seperti mbak lakukan, kami masih punya peraturan mbak, meskipun se-modern apapun orang tua kami, tetap saja hidup butuh peraturan kan ? selain peraturan, kepercayaan orang tua kami juga kami junjung lho mbak, karena kami percaya, nggak ada orang tua yang rela anaknya menjadi anak nakal di waktu besarnya, orang tua hanya senang melihat anaknya nakal di usia pra-sekolah saja mbak..kalau orang tua modern yang mbak anggap itu seperti orang tua yang hanya sibuk memikirkan kepintaran dunia dan keuangan anaknya saja, Alhamdulillah mbak,kita lebih memilih mempunyai orang tua yang kolot, daripada orang tua yang tidak memikirkan masa depan dan etitude anaknya.

sekian……

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s