PARE part I : menyusuri daerah wisata Surowono

DSC05872

hari ini, tepatnya tanggal 25 januari 2015. Aku (tepatnya kami, karena sebenarnya ini adalah cerita kami ber-empat, Aku, izza, Yuni dan minus Safira ” karena dia sedang di Malang” ) mencoba menyusuri daerah pare dan sekitarnya, karena saat ini  kami yang masih berada di Pare-Kediri untuk mencari kepintaran (ceritanya kami mau les bahasa inggrish gitu)

awal ceritanya, karena kami sudah merampungkan program 2-mingguan kami di Kresna,nah..kami awalnya berinisiatif mengajak teman-teman kami untuk ke ketan susu (yang pernah ke Pare pasti tau ini) tapi karena banyak alasan, kejadian ini hanya menjadi wacana belaka. 😦 ,akhirnya dengan berat hati kami ubah lagi rencana yaitu akan mengunjungi daerah di dekat kampung Inggris, Surowono.

awalnya kami menginformasikan ke banyak teman kami dari program GFS 1 untuk bisa ikut dengan kami, karena sejujurnya kami masih buta arah untuk jalan menuju daerah Surowono, saat itu kami menghubungi kakak Khair, Kakak Eko, Tafa dan beberapa teman yang lain, tapi ternyata yang merespon hanya kakak Eko gitu, okelah… tidak apa-apa deh, karena pada awalnya kami kira kakak Eko akan mengajak kakak Ali.

mentari pagi tanggal 25 januari pun terbit, kita yang berada di Lutfi House (kos kami) sudah siap-siap dari pagi-pagi bener, kita pun berusaha menghubungi kakak Eko lewat BBM

kita : ping ! kakak eko, jadi nggak ke surowono

kakak eko :oh iya de , ini baru bangun tidur

duh….tau banget dah kalau cowok itu suka tidur -_- , tapi dari percakapan di BBM tadi, kita baru tau kalau dia malemnya baru saja datang dari Blitar, kan kasian gitu yah…kita jadi ngerasa nggak enak, takutnya dia malah kecapekan, jadi kita awalnya cuma mau tanya alamatnya doang, tapi karena kakak Eko-nya yang kasihan sama kita, akhirnya deal deh, kita berangkat ke surowono, dan.. you know, dia cowok sendirian, kakak Ali-nya masih memilih tidur daripada menemani kami. Haha..pround of you Mr.Eko. Oh ya..kalau kita cermati dari BBM tadi, kakak Eko nulis kata “de”, awalnya kita kira artinya “deh” “dan” atau “duh”,eh ternyata artinya “dek” (gila….meleleh saya), kita taunya pas aku jemput dia di depan Smart trus dianya pangil kita “dek” , padahal kita manggil “kakak” juga karena keisengan aku sih,Hehe, Eh..eh..tapi jangan-jangan dia manggil gitu bukan karena kita panggil dia kakak, tapi karena dia-nya nggak tau nama kita, huaahhhh..

sebelum ke Surowono, kita mentraktir dulu kakak yang satu ini ke warung nasi pecel langganan kami, tapi saat itu aku-nya yang lagi terserang Anorexia (what ?) jadi meskipun aku mesen makanan, tapi hampir nggak kemakan, entahlah itu karena apa, tapi serius dah…itu menyiksa banget (lapar tapi nggak mau makan, ntar kalau dipaksa jadi mual,ngelihat makanan juga jadi nggak selera). di warung nasi pecel kita sempet ngomong-ngomong sama kakak Eko, dan aku baru tau nih, kalau dia bukan asli anak Kalimantan, tapi asli Lamongan, duh…bangga dah kalau punya tetangga kaya gitu.

perjalanan ke Surowono kita awali sekitar jam setengah sembilan pagi, kita lewat di jalan-jalan kecil, banyak persawahan di kanan-kiri kami, perjalanannya cukup jauh, tapi semuanya tidak terasa karena perjalanan berangkatnya cukup mudah, kita lewat tanah yang agak vertikal, jadi tidak terlalu lelah, lagi pula mata kita cukup terhibur oleh pemandangan alamnya.

DSC05825
jalan menuju Surowono

sekitar 30 menit kita tiba di surowono, ternyata di situ adalah wisata goa, tapi memang awalnya kita punya dua pandangan pas sebelum kita masuk ke kawasan itu. Yang pertama kita taunya Surowono hanya ada candi nya saja, dan ke dua, kita tau dari kakak Eko kalau Surowono itu gua yang ada sungainya, tapi cuma dangkal ( itu dibayangan kami), eh, nggak taunya, ternyata beda 90% dengan perkiraan kita, teryata sungainya dan guanya vertikal banget, tapi kalau udah masuk  lurus-lurus aja sih, tapi ampun…sempitnya itu lho,

sebelum masuk ke kawasan, kita parkir dulu sepedah kita di tempat parkir yang sudah disiapkan penduduk lokal sana, tapi jangan kaget kalau disana banyak banget tulisan “SEWA CELANA” atau malah kalian tidak kaget dan kalian punya inisiatif juga buat usaha penyewaan kolor juga, haha :D.

DSC05828
di sini nyewa kolor cuma 2000 perak lho 😀

masuk ke kawasan, kita dikenai tarif 1000 rupiah per-orang, murah sih..tapi jangan harap kawasannya bagus banget yah, disini masih alami, 100% hutan bambu, kamar mandinya saja yah..begitulah, jadi wajar saja kalau tiket masuknya murah. saat itu kami sudah di depan gua, tapi kakak eko sudah berikrar untuk tidak ikut kami, dia-nya lagi takut basah-basahan, karena kakak eko sudah bilang begitu, rasanya kami juga malas untuk masuk, dan terjadilah perdebatan sampai akhirnya Aku, Yuni dan Izza masuk, terus kakak eko gimana ? tenang….dia bagian penjaga barang-barang kami kok 😀 (sekali lagi…makasih banget kakak)

sampai di dalam gua, ampun gila…sempit banget, mungkin kalau orang yang size-nya 2x lipat dari aku bakal nggak muat lagi dah, soalnya cuma sekitar 30cm saja lebarnya dan tinnginya cuma 1 meter-an, tapi rutenya sampai 400meter-an deh kata guide-nya, tapi airnya bersih banget, jadi kita ngerasanya lagi ikutan acara di TR*NS TV gitu yang “my trip my adventure”, di kanan kiri dinding ada air yang mengalir. di gua ini ada tiga pos, tapi kami hanya sampai dua saja, soalnya Yuni kaya’ kehabisan Oksigen gitu, makanya kita izin guide nya buat naik duluan. selain itu, kami juga sudah kesal sama adek-adek di depan kami yang bawelnya minta ampun, lagi pula saat itu kita sudah terlalu rindu dengan cahaya matahari, soalnya didalam hanya ada 2 senter dari guide yang ada di depan dan di belakang kami, padahal saat itu rombongan kami cukup banyak. oh yah, di dalam aku sempat mikir nih, kok di aliri air tapi nggak ada stalagtit dan stalagmit-nya, ternyata usut punya usut, kata kakak eko, ini gua buatan, bekas pertambangan gitu…

DSC05835
ini nih, guanya..basah banget kan, trus…yang pasti gelap dan sempit
DSC05850
ini izza sama yuni di post II, mereka kelelahan jadinya foto-foto deh, kerudungnya impot*nt

sekitar 30 menit kita berkutat di dalam gua, dan akhirnya kita menemukan jalan terang lagi menuju ke bumi. Basah, capek dan seru pun berbaur menjadi satu, di atas kita melihat beberapa platform yang di sediakan pengurus wahana ini, ada beberapa permainan anak kecil sampai permainan flying fox tersedia disini.

DSC05859
ini flying fox

oke..setelah kita rampung, kita diajak guide untuk kembali, tapi sebelumnya kita membayar beliau 2000 rupiah saja untuk tarif petunjuk jalannya. Setelah bercapek-capek, di depan kami ternyata ada pemandangan unik nih….

DSC05866
disini juga menyewakan ojek gendong 😀 ya Allah…berat sekali cobaan mu, di pare banyak pemandangan seperti ini, jadi envy 😦

setelah menyaksikan pemandangan orang pacaran gua surowono, kita langsung ketemu kakak eko yang dari tadi nungguin kita, eh..ternyata kakak eko sama teman-temannya, kita sempat kenalan gitu, tapi hanya satu nama saja yang kita ingget (yah..otak kita nggak jauh berbeda kok sama cowok, kita juga lebih hafal sama yang lebih ganteng 😀 ) dan setelah mengeringkan badan, akhirnya kita pulang, tapi kakak eko ngajakin kita ke candi, kita sih awalnya kasian, soalnya ngeliat dia udah ngantuk gitu, eh kakak nya yang maksa, oke dah… kita iya-in banget kok.

DSC05876
ini penampakan kita, kalau penasaran yang namanya kakak Eko, tuh yang cowok

perjalanan ke candi cuma lima menit dari gua surowono,saat itu sudah jam 11 siang, bisa dibayangin deh teriknya kaya’ apa. tapi begitu sampai disana, rasanya exited banget dah, apalagi kawasan ini masih sepi, jadi bisa foto-foto sepuasnya, lagipula tiket masuk disini seikhlasnya kok 😀 duh…bahagia kan

DSC05881
ini penampakan candi surowono dari jauh
DSC05899
dari angle ini, bisa dilihat detail ornament candinya

search-search di wikipedia nih..ternyata ini candi agama hindu, Candi yang nama sesungguhnya adalah Wishnubhawanapura ini diperkirakan dibangun pada abad 14 untuk memuliakan Bhre Wengker, seorang raja dari Kerajaan Wengker yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit. Raja Wengker ini mangkat pada tahun 1388 M. Dalam Negarakertagama diceritakan bahwa pada tahun 1361 Raja Hayam Wuruk dari Majapahit pernah berkunjung bahkan menginap di Candi Surawana.

candi ini memang nggak utuh banget, cuma kaki candinya yang kesisa, tapi atasnya udah jadi reruntuhan yang di jajar apik di depan

DSC05880
ini runtuhannya
DSC05878
Disini ada keterangan tentang Candi Surowono
DSC05919
kereeennnn kan

disini kita foto-foto aja, soalnya panasnya nggak bisa dibuat kompromi

DSC05896
suami kita bersama, udah punya dua anak lagi
DSC05909
paling suka foto yang ini
DSC05893
ini kakak eko kefoto
DSC05912
penampakan kita dari belakang,gilee….kelihatan pendek bgt aku
DSC05898
ini mbak yuni
DSC05884
ini berempat

kegilaan kami berakhir sampai kami ketemu sama bule asal Swiss, namanya Mr.Ondre, dia seorang Dokter yang tertarik sama dunia Arkeologi. emm…dari situ aku baru nyadar, ternyata kita bukanlah orang Indonesia asli, beneran deh…kita malu banget pas kita diajakin ngomongin sejarah candi itu, kita cuma bengong (dan sebenarnya kita-nya nggak tau,karena beliau pake bahasa Inggris sih kalau ngejelasin 😀 ) yah…orang luar saja tertarik dengan kebudayaan kita,tapi kita malah sibuk mengurusi kebudayaan orang lain, kasihan banget pahlawan kita yang udah berkorban demi kita.

DSC05913
ini pas kita dijelasin tentang sejarah dewa-dewa

huaaahhh……setelah berbincang-bincang panjang, kita pun pamit sama Mr.Ondre, kita juga sepertinya mulai lelah, apalagi ditambah teriknya matahari di sini yang menunjukkan waktu jam 12 siang, akhirnya kami pulang ke kos masing masing, kita yang cewek ke Lutfi House, kakak eko ke Zeal Boy

duh…terimakasih kakak eko, yang mau menjadi pacar kami ber-empat seharian ini (hueeehehe 😀 ) jadi guide plus-plus deh, meski saat itu kakak lagi capek dan ngantuk banget..haha, nggak rugi dah punya temen kaya’ gini..eh btw, meski umur kita samaan lho yah..

hmm..ya Allah,kalaupun 2 minggu lagi nggak ada kado pun nggak papa kok, asalkan dapat kado punya temen baik..buaaaiiikkkk..dan baiiikkkkk kaya kalian 😀

Iklan

2 pemikiran pada “PARE part I : menyusuri daerah wisata Surowono

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s