Air terjun TOROAN : Surga tersembunyi yang akan punah di MADURA

air terjunnya

jalan-jalan ini sebenarnya sudah lama,tepatnya saat awal liburan semester satu kemarin..saat itu sebenarnya kampus sudah libur, tapi entah kenapa saat itu aku masih di kampus,yah…mungkin fakultas aku masih sibuk (huhuhu 😦 )

saat itu beberapa temanku mengajak happy funny (itu jargon mereka) ke madura, tepatnya daerah sampang, awalnya aku kira kita akan berwisata atau apalah itu,tapi ternyata kami yang terdiri dari sembilan orang akan kerumah salah satu teman kami yang bernama mbak sri (yuni).

perjalanan kami awali menaiki bus patas yang akan melewati jembatan suramadu yang berakhir di terminal sampang, pada saat naik bus,banyak dari anggota kami yang sepertinya mereka mulai lelah karena tidak terbiasa naik bus mahal (ber-AC) akhirnya mereka banyak yang mual-mual. sesampainya kami di terminal sana, perjalanan kami lanjutkan dengan menaiki mobil ceri yang menjadi transportasi umum disana, jangan bayangkan kami akan bisa menikmati pemandangan disana yah….karena sistem disana adalah..selagi ada penumpang yang mau ikut,maka akan diangkut (huahhhhh…..) belum selesai penderitaan bersesak-sesak kami ternyata ada salah satu anggota dari rombongan kami yang ketinggalan di terminal bungur, namanya habiebi (busettt nih anak sumpah deh yaaa…),dengan kondisi yang bersesak-sesakan serta panik karena habiebi, perjalanan kami lalui dengan tidak ada rasa santai sekalipun.

sesampai kami di rumah tersangka (mbak sri) ternyata teman kami yaitu habiebi masih kebingungan, dengan logat bahasa jawa campur bahasa Indonesia,dia meyakinkan bapak supirnya untuk menurunkan dia di tempat pemberhentian yang benar,eh….ada kejadian lucu saat yang rombongan saya sampai di pasar sampang, kami dihadang beberapa tukang ojek,mereka menawarkan untuk membonceng kami ke salah satu obyek wisata disana dengan memakai bahasa madura,karena kami adalah orang jawa tulen dan hanya tau kata iyud(ya) dan ennjek(tidak), yah…bisa dibayangkan apa yang terjadi..kira-kira begini nih kejadiannyaa.

kami : K

ojek : O

O: (memakai bahasa madura)mas mau ke pulau kera (saya lupa namanya,tapi intinya pulau kera)

K : iyud

O : ayo (tetap pakai bahasa madura)

K  : iyud (padahal kami masih diam disitu)

O :(sambil marah-marah dan “misuh” dengan bahasa madura) pengen mati ya mas ?

K : iyud (akhirnya kami dapat jemputan untuk ke rumah teman saya dan meninggalkan bapak-bapak tadi seenaknya,hahaha)

dari cerita ini bisa kita ambil hikmahnya kalau jangan sotoy dengan bahasa orang,kalau memang kita belum benar-benar faham dengan bahasanya  😀

saat kami sudah terkumpul semuanya termasuk habibi di rumah mbak sri,kami memutuskan untuk istirahat dan melanjutkan petualangan kita esok harinya..

ini jalanan seperti punya kami sendiri
ini jalanan seperti punya kami sendiri

pagi telah tiba,kita semua memtutuskan jalan-jalan ke pantai dekat rumah mbak sri,yang saya takjub pertama kali adalah,jalanan disana sepiiii banget coy…kalian bisa guling-guling di jalan raya sana,tapi tetep hati-hati yah..soalnya sekali ada kendaraan yang lewat dapat dipastikan orang yang menggendarainya dengan kecepatan yang fantastis. setelah menghirup udara yang sedikit polusi disana sambil jalan kaki,perjalanan kami tuju yaitu pantai yang langsung berhadapan dengan air terjun yang menjuntai indah menuju pantai.

air terjunnya
air terjunnya

pikiran saya langsung bergejolak inggin marah,entah marah dengan siapa ? tapi saat melihat pantai disana rasanya sangat miris sekali, tumpukan sampah serta penambangan pasir disana yang akan mengancam keindahan pantai sana,rasanya tidak rela untuk melihat pemandangan seperti itu,apalagi yang paling disayangkan yaitu  pantai ini unik soalnya langsung berbatasan dengan air terjun,yeah…unik soalnya air asin campur air tawar kan lucu gitu,mirip-mirip oralit 😀 .kan sayang banget gitu kalau dikotorin..padahal jika masyarakat sana sadar jika pantai mereka juga bisa menjadi sektor pariwisata yang berpotensi. (huuuhhhhh…marah-marah-marah) makanya beberapa teman saya tanya “sof,kamu kok galau ? ” ( iyah…galau,lihat masyarakat sini kok gitu)

ini pantainya yang pasirnya sudah dikeruk masyarakat sana habis-habisan
ini pantainya yang pasirnya sudah dikeruk masyarakat sana habis-habisan

ke tempat apapun,tetep ritual wajib anak mude yah…FOTO-FOTO ,setelah puas kami foto-foto,kami pulang ke rumahnya mbak sri dengan melewati pasar tradisional, keren sekali…ternyata mereka ramah-ramah dengan kami, meskipun kami sedikit kuwalahan dengan bahasa mereka, tapi tetap saja mereka tetap baik pada kami

siang harinya kami berencana untuk pergi ke pulau kera, dan benar sekali setelah kita bersiap-siap untuk ke pulau kera,keluarganya mbak sri mau meminjamkan mobilnya ke kami,dan….wildan sebagai supir kami.

perjalanan kami lanjutkan ke pulau kera,tapi ditenggah jalan ada razia kepolisian,duh…..sialnya wildan nggak bawa SIM nya,akhirnya mobilnya di handle sama habiebi yang sama-sama tidak membawa SIM (yah..perjalanan macam apa ini) akhirnya kami memutuskan untuk putar balik dan menuju pantai yang lainnya…yeyeyeyeeee…..

saya sangat bahagia juga meskipun kita tidak jadi ke pulau kera,tapi..kegembiraan itu lenyap seketika setelah saya sampai di pantainya,buseettt…itu pantai atau pulau sampah ? soalnya pantai ini malah lebih parah kotornya dari pada yang sebelumnya,meskipun sebenarnya pantai yang ini memiliki pasir berwarna putih..(sekali lagi…galau menyerang,huhuhu)

bisa dilihat sampahnya seperti apa
bisa dilihat sampahnya seperti apa

akhirnya setelah kita berpetualang menjelajahi pantai-pantai disana,its time for us to go dan kembali ke surabaya,sebelumnya kami matur sakalangkong (berterimakasih) terlebih dahulu kepada keluarga mbak sri yang mau menampung kami dan memberi makan kami..perjalanan pulang kami lalui lewat pesisirnya dengan naik mobil ceri yang sangat sesak,untung sebelumnya teman-teman kami minum antimo (promosi nih yeee…)jadi mereka tidak ada yang mabuk kendaraan lagi…dan sebagai penutupnya kami melewati pelabuhan madura dengan menaiki kapal,yuhuuu…….bye-bye madura

terimakasih mbak sriiii

biru (izza) dongker (yuli) coklat (mbak sri)
biru (izza) dongker (yuli) coklat (mbak sri)
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s