traveling mainstream yang nggak akan membosankan “BROMO”

bromo

Bromo memang nggak ada matinya untuk dinikmati,meskipun wisata ini sangat mainstream tapi tetep saja wisata ini nggak akan pernah ngebosenin untuk dinikmati.

awal ceritanya saat aku lagi bener-bener bad mood yang sungguh terlalu saat di kos,tiba-tiba terdengarlah dering sms masuk di handphone-ku,yaahhh…awalnya aku kira juga operator yang sangat mencintaiku,karena seperti jomblo akut,nggak ada sms atau telfon selain operator (curhat dikit nggak papa kan yahh..)jadi aku cuekin saja lah sms tadi. tapi entah kenapa sepertinya firasatku berbeda dengan dering sms lainnya….and last but not least..itu sms dari kakak sepupuku yang ngajak pendakian di gunung penanggungan..seketika hormon adrenalin aku meningkat, aku langsung jawab “YES” tapi ada satu kendala saat itu,IZIN ORANG TUA,nah lho…itu yang paling penting. konyol banget kan kalau nanti ada sesuatu yang tidak diinginkan sedangkan kita belum mendapat izin sah dari orang tua..akhirnya setelah melewati halangan rintangan dalam proses perizinan…yeeeaaahhh…Done!!! aku diizinin

setelah prepare semuanya,terjadilah perdebatan tentang tujuan traveling kita nantinya,yang awalnya kami (kakak sepupuku beserta teman-temannya) akan melakukan pendakian di gunung pennggungan-mojokerto,akhirnya kami memutuskan untuk ke Bromo,oke lah !!! tidak terlalu buruk,tetap keren kok

perjalanan kami awali pada tanggal 8 november 2014 kemarin saat menjelang magrib dengan start kota Lamongan. perjalan kami perkirakan sekitar 3,5jam-an tapi perkiraan kami meleset karena banyak dari anggota kami yang berjumlah 12 orang yang terdiri dari 3 pasangan muda banyak yang merasa kelelahan, akhirnya waktu kami banyak terbuang untuk istirahat di pom bensin. perjalanan total kira-kira sampai lima jam untuk mencapai lereng bromo. kira-kira pukul 11 malam,kami istirahat di pom bensin terakhir di lereng bromo,saat itulah cerita sebenarnya DIMULAI

saat di pom bensin itulah,hatiku mulai merasakan bahwa “mempunyai pasangan itu penting saat di hawa dingin”..sumpah yah…selama di bonceng dengan menggunakan sepeda motor dari Lamongan sampai Bromo itu rasanya pengen nembak mas-nya yang boncengin, bayangkan saja, 4 jam lebih nggak tau namanya,nggak pernah ngomong,nggak nyapa dan lain-lainnya..emang sih biasanya aku orang yang rame(bohong sihh)tapi yah…dalam sikon begitu masa’ aku yang ngomong duluan..so,rasanya seperti makan keripik tipis tanpa rasa “GARING” (mas…mau saya tembak nggak,satu hari saja kok,biar rame,biar aku bisa peganggan mas nya kalau mau jatuh gitu)

belum berhenti penderitaanku, penderitaan dilanjutkan saat mas yang boncengin aku, yang sebenarnya merangkul menjadi guide kami,ternyata dia salah jalan..yang seharusnya rombongan kami harus menuju ke pananjakan,eh..ternyata kami harus ke pasir berisik pada jam 1 dini hari. berjam-jam kami lalui dengan keringat bercucuran, meskipun saat itu kondisi pegunungan yang dingin, tapi entah kenapa sepertinya kondisi itu tidak berlaku pada kami, rasanya suhu di pasir berisik pada jam itu sangat hangat.tapi banyak kejadian lucu saat di pasir berisik mulai dari sepedah motor pacar kakak sepupu saya yang paling lemot sampai ada sepeda motor dari rombongan kami yang berbau gosong

sekitar jam 2 kami berhasil melewati pasir berisik dan menuju pananjakan,saat itu baru terasalah rasa dingin yang hampir menusuk tulang rusuk kami, selain dinginnya udara Bromo, trek yang kami lewati juga sangat curam serta berliku-liku,itu lah moment pengen membak mas nya lagi (mas…ayo jadi pacarku sehari aja masss…..)

foto masnya
ini foto mas-nya yang aku foto diem-diem,btw..namanya TIO lho

sekitar jam setengah tiga kami sudah berada di pananjakan,seketika rasa lelah dan penatku hilang oleh pemandangan light shower dari desa-desa di dekat kawasan bromo,sembari menanti matahari terbit,rombongan kami istirahat sejenak meskipun dalam suhu yang amat sangat dingin,dan saat itu mulailah pikiran saya kemana-mana saat melihat pasangan-pasangan yang sedang puk-puk’an (what the meaning of “puk-puk’an” fi ? ) di samping saya..dan termasuk sepupu saya yang sedang berdua dengan pacarnya,huhuhu ngiriiiiii (mas-nya mana mas-nya…dia nggak ngurusin saya,malah tidur dengan pulas)huaaaa………okelah saya mau pacaran sama pemandangan bromo malam hari diiringi dengan lagunya Kunto Aji

sudah terlalu lama sendiri,sudah terlalu lama aku hidup sendiri,karena tak ada yang menemani,rasanyaaaaaaaaaaaaaaaa……………………….jleb

okeh….penderitaan akan berakhir,akhirnya kilatan cahaya berwarnya emas pun muncul di langit gunung bromo,suhu dingin pun berangsur-angsur menghilang bergantikan rasa hangat yang menyeka tubuh kami…dan its time for watching a beautiful sun rises…owuuuuuuuwww….keren banget,meskipun tanpa sang pacar impian pun tetep lukisan Tuhan di bromo lebih ganteng..perjalanan kami terbayarkan dengan foto-foto keindahan Bromo,but..tetap yang paling narsis adalah orang-orang yang telah berpacaran,huhuhu 😦 (jahat banget deh mereka)

sembari menyaksikan keindahan orang pacaranΒ Β  Gunung Bromo ada kejadian yang cukup memprihatinkan,ternyata masyarakat sana masih menjual bunga eidelweis,padahal kan bunga itu hampir punah di daerang Bromo,tapi memang ada kabarnya sih..bunga eidelweis yang dijual disana juga sudah ditanam di perkebunan masyarakat sana,tapi yahh….mending dijaga saja yah untuk mengembalikan lagi populasi Eidelweis. satu lagi yang aku sesalkan saat menggunjungi tempat-tempat yang Epic,yaitu kami hanya menikmati keindahan tempat itu saja tanpa bercengkrama dengan penduduk sekitar,padahal kita bisa menggali keindahan dari sudut lain dari suatu tempat jika kita juga bisa memeluk keindahan warna-warni kebudayaan dan keramah tamahan penduduk yang menghuni tempat tersebut.yahhh….kapan-kapan lagi bisa dong,kesana lagi

dan untuk oleh-olehnya.ni ini foto-foto narsis kita

DSC04751
sekali-kali narsis gak papa kan yah..udah bosen jadi seksi dokumentasi mulu

ini fotonya kakak ku sama pacarnya

kakak ku yang cewek,pacarnya yang cowok (iiiyyyyaaa masa’ sih fi ? )

perjalan kami akhiri sampai disini saja,kami tidak kembali lagi ke pasir berisik (yahhh….sayang banget yah,padahal mau foto-foto di kawahya) kami langsung pulang karena kakak saya sepertinya mulai lelah 😦 ,padahal aku juga mau ngajakin mereka ke madakaripura lho (kapan-kapan deh…aminn) dan pukul 7 pagi kami melanjutkan perjalanan pulang dengan melewati Surabaya,karena aku mau diturunin di depan kampus..yaaahhh…itung-itung mengurangi ongkos angkot-ku lah…mwuehehehe πŸ˜€

yeeyeyeyeye…terimakasih buat kakak ku serta teman-temannya yang mau ngajak anak pendiam satu ini…maaf juga ngerepotin, terimakasih juga buat mas nya…..huahhhhh….tapi saya BAHAGIAAAA !!!!! BROMO NIH>>>

ini hasil jepretan sendiri
Iklan

6 pemikiran pada “traveling mainstream yang nggak akan membosankan “BROMO”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s